Kopi, Khayal dan Kau

 

Kopi yang kuhirup malam ini tak lagi 

menghangatkan (aku) seperti hangatnya pelukmu dimalam ku yang sepi,

Juga tiada semanis senyummu saat kau kucup kening aku;

terbawaku terbang jauh ke alam mimpi yang sempurna, yang aku cipta.


Kopi yang kuhirup malam ini tak lagi mengkhayalkanku

seperti khayalku yang mengkhayalkanmu

dalam diam, kelam, malam, suram

Dan sepertinya khayalmu yang

mengkhayalkan dia meski punya aku ternyata.


Kopi yang kuhirup malam ini

serasa pahit

sebagaimana spasi manis dan harum kopi --

sebagaimana perit rindu yang kau curahkan tanpa henti

Dan aku denganmu hanyalah fiksi sebuah puisi. 


Pic by Long Blue Straw


Post a Comment

2 Comments