Di langit itu, aku melukis wajahmu. Wajah yang senantiasa aku kagumi meski dalam diam namun begitu dalam. Wajah yang menjadikan aku tidak punya alasan-alasan kukuh untuk mengaguminya. Indah. Ya. Aku mencintai wajah itu. Dengan sungguh pun sekali. Lalu, di langit itu juga aku coretkan senyummu dengan warna-warna pelangi, agar, tatkala hitam datang menyapa, kau masih punya warna cemerlang yang lainnya. Matamu kubiar redup, seredup langit yang menanti hujan. Seredup kamu yang tinggal dalam tatapan.
Dan bilamana hujan bertandang, apakah aku akan masih menatap matamu dibalik tiraiku yang kehujanan? Atau apakah aku akan terleka menghirup manisnya wajahmu tika hujan mencatatkan luka-lukamu dibalik jendela kenangan?
![]() |
Girl in The Rain |
Pilihan, Happy Ending, Kemarau
15 Comments
Wajah yang dirindui?
ReplyDeleteWajah yang sangat dirindui ;)
Deletehi,jom dengr lgu kite..
ReplyDeletehttps://nasuha-itsmyessay.blogspot.com/2020/03/lagu-dia-putera-by-cuya.html
wahhh artis komen kita lah! Sure sure!
Deletewah,siapakah gerangan empunya wajah itu?..hmm
ReplyDeleteHaziqah mungkin? heee
DeleteHeeeem. Rancak bana.
ReplyDeleteTarimo kasih Mahfud. Mohon tunjuk ajar ya. :)
DeleteTerbaikkk
ReplyDeleteTerima kasih cikgu herher
Delete💕
ReplyDeleteHai Aim 🥰
Delete����
ReplyDeleteLuar biasa keren puisinya
ReplyDeleteTerima kasih Fendi.
Delete