Reminiscing



Di langit itu, aku melukis wajahmu. Wajah yang senantiasa aku kagumi meski dalam diam namun begitu dalam. Wajah yang menjadikan aku tidak punya alasan-alasan kukuh untuk mengaguminya. Indah. Ya. Aku mencintai wajah itu. Dengan sungguh pun sekali. Lalu, di langit itu juga aku coretkan senyummu dengan warna-warna pelangi, agar, tatkala hitam datang menyapa, kau masih punya warna cemerlang yang lainnya. Matamu kubiar redup, seredup langit yang menanti hujan.  Seredup kamu yang tinggal dalam tatapan. 

Dan bilamana hujan bertandang, apakah aku akan masih menatap matamu dibalik tiraiku yang kehujanan? Atau apakah aku akan terleka menghirup manisnya wajahmu tika hujan mencatatkan luka-lukamu dibalik jendela kenangan?


Girl in The Rain


Pilihan, Happy Ending, Kemarau

Post a Comment

12 Comments